Makna Lirik Lagu Lara Milik Dialog Senja

 Makna lagu Lara, menceritakan tentang kebimbangan seorang lelaki yang menyadari jika hati dan logika-nya tak sejalan. Bagaimana tidak, ia merasa kalau hatinya masih selalu mencintai mantan kekasihnya. Namun logika dan pikirannya selalu berkata bahwa hubungan tersebut sudah tak bisa di jalin kembali, karena sudah ia sudah berkali-kali disakiti oleh sang mantan.

Menurut KBBI, kata 'lara' artinya adalah 'sedih, susah hati, sakit'. Kata ini merujuk pada rasa sakit yang diderita lelaki dalam lirik lagu ini, karena hati dan pikirannya tak sejalan. Namun kata ini, juga bisa merujuk pada rasa sakit yang dialami lelaki tersebut, karena mengetahui kalau selama ini dirinya hanya dipermainkan oleh mantan kekasihnya.

Menurut pendapat pribadiku, lagu lara ini punya lirik yang begitu epik. Karena lewat liriknya, Dialog Senja seolah menuntun kita pada pertanyaan-pertanyaan tentang sikap yang harus kita ambil dalam mencintai seseorang. Haruskah kita mencintai seseorang dengan hati dan tanpa logika, karena cinta sendiri asalnya dari dalam hati? atau, haruskah kita mencintai seseorang dengan logika, karena cinta sendiri tak selalu bercerita tentang rasa, namun juga tentang pikiran/logika?

Untuk menjawabnya, mari kita interpretasi dan maknai saja keseluruhan bait-bait lirik lagunya. Baca sampai habis ya, kesimpulan ada diakhir tulisan.

Lirik bagian 1:
Ketika senja datang, ku merasa setengah diriku menghilang

Makna lirik bagian 1: Lagu dibuka dengan kisah patah hati seorang pria karena sudah ditinggalkan begitu saja oleh kekasihnya. Padahal dulunya hubungan itu begitu menggembirakan, begitu terang. Namun kini hubungan itu berubah menjadi suram.

Oleh sebab itu kata 'senja' sisipkan dalam liriknya, karena senja adalah gambaran perubahan dari siang hari yang tadinya terang, menjadi kesuraman karena malam akan menjelang.

Lirik bagian 2:
Bagaikan tak berdosa, kau hancurkan rasa yang selama ini kutanam

Makna lirik bagian 2: Dulunya lelaki itu sangat mencintai mantan kekasihnya, dan karena cintanya itu ia selalu berkorban untuk mantan kekasihnya. Namun sayang, dengan tanpa dosa mantan kekasihnya pergi begitu saja meninggalkanya. Perbuatan mantan kekasihnya tersebut, membuat sang lelaki merasa kalau mantan kekasihnya selama ini tak menghargai perjuangannya.

Lirik bagan 3:
Saat semuanya telah pergi, bayangmu kembali mengisi

Makna lirik bagian 3: Kini saat lelaki itu sudah berhasil melupakan rasa sakit hatinya dimasalalu, mantan kekasihnya tiba-tiba kembali lagi padanya. Disituasi seperti ini sang lelaki pun merasa bingung. Di satu sisi lelaki itu sudah bersusah payah move on, dengan melupakan kisah pahit masalalunya. Disisi lain, mantan kekasihnya malah tiba-tiba datang dan mengingatkannya lagi akan luka yang pernah timbul diantara mereka.

Lirik bagian 4:
Entah apa yang kau mau, ku tak berhak lagi 'tuk mengungkit kembali

Makna lirik bagian 4: Kalau memang ingin bersama, kenapa tidak dari dulu  saja? kenapa mantan kekasihnya justru datang lagi ketika semuanya sudah berakhir dan terlupa? entah apa yang mantan kekasihnya mau. Lelaki itu hanya tak habis pikir dengan mantan kekasinya.

Lelaki itu bahkan tak berhak lagi mengungkit, bahkan bertanya tentang alasan kenapa dulu mantan kekasihnya meninggalkannya. Karena kini, mereka memang sudah tak punya hubungan lagi dan sudah saling melupakan. Jadi untuk apalagi kan?

Lirik bagian 5:
Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku
Merobek semua bayangan yang tampak di relung sukmaku

Makna lirik bagian 5: Tak bisa dipungkiri, bahwa dulu mantan kekasihnya adalah orang yang begitu berarti dan begitu dicinta oleh sang si lelaki. Sehingga melupakan mantan kekasihnya begitu saja, kadangkala begitu mustahil. Bagi lelaki itu, butuh proses yang tak gampang untuk bisa melupakan dan menghapus cerita diantara mereka.

Bayangkan saja, ketika kita memaksa pikiran kita, untuk melupakan sesuatu yang berarti bagi kita, Ketika kita memaksa pikiran kita, untuk melupakan sesuatu yang tak ingin kita lupakan. Pergolakan itulah yang kadang membuat kita sakit tiada tara.

Namun lelaki itu kan teguh untuk menghapus masa lalunya, sekalipun mantan kekasihnya berulang kali meminta untuk kembali.  Hal ini karena sang lelaki memang sudah begitu trauma akan kisahnya yang selalu menyakiti dimasalalu.

Lirik bagian 6:
Ego t'lah menghasutku, tuk kembali padamu
Namun logika berkata, baiknya 'ku menjauh

Makna lirik bagian 6: Ketika ego/hati masih mencintai, namun logika mengatakan tidak, mana yang akan kita pilih? Perlu diketahui bahwa ego/hati memang tempatnya cinta dan perasaaan. Maka muncullah ungkapan 'ikutilah kata hati saat mencintai seseorang'.

Namun faktanya, orang yang hanya mengikuti ego/hati dalam mencintai, pastilah cintanya akan buta. Disakiti sebanyak apapun, tak dihargai sebanyak apapun, akan tetap mencintai. Namun alangkah naifnya jika hidup kita berjalan seperti itu? Seolah-olah kita pasrah untuk selalu menjadi korban.

Oleh sebab itulah di lirik ini, dialog senja ingin menasihati kita bahwa untuk mencintai seseorang, ego/hati kita harus punya logika. Karena logika bisa mengetahui mana yang salah dan mana yang benar.

Contohnya saja lelaki didalam lirik lagu ini, ia lebih memilih logika ketimbang ego/hatinya. Mengapa? Karena jika lelaki itu memilih ego/hatinya, maka dirinya akan siap-siap menerima jika suatu saat ia akan disakiti lagi oleh mantan kekasihnya, karena masalalu mereka memang adanya hanya sakit.

Oleh sebab itulah lelaki itu memilih logika karena logikanya, mengatakan bahwa cinta itu harusnya tak menyakiti. Jadi cerita antara dirinya dan kekasihnya selama ini, sebenarnya bukan cinta. Maka, lelaki itu pun mantap untuk pergi menjauh. 

Lirik bagian 7:
Jauh, jauh, jauh jauh

Makna lirik bagian 7: Kata jauh, merujuk pada suatu hal yang tak bisa dijangkau. Kata ini digunakan dilog senja untuk merepresantasikan bahwa masalalu itu tak bisa dijangkau kembali. Sesuatu yang sudah terjadi, juga tak bisa dijangkau kembali.

Termasuk juga cinta masalalu yang sudah berakhir, harusnya juga tak bisa dijangkau kembali. Jadilah manusia yang gentle, jika sudah memutuskan untuk berpisah, maka terima konsekuensinya, dan jangan pernah kembali.

Hidup ini seperti jalan tol, begitu kita memasukinya, hanya akan terdapat satu arah, dan kita tidak bisa mundur. 

Kesimpulan:

Setelah kita interpretasikan dan maknai keseluruhan liriknya, maka dapat disimpulkan bahwa lagu lara, menceritakan tentang kisah seorang lelaki yang berusaha melupakan kenangan pahit akan kisah cinta masalalunya dengan sang mantan kekasih.

Namun saat lelaki itu perlahan-lahan melupakan kisahnya, mantan kekasihnya pun datang kembali dalam hidupnya. 

Meski mantannya tlah berulang-ulang kali menyakiti hati sang lelaki. Tak bisa dipungkiri bawa mantan kekasihnya masih jadi orang yang berarti dalam kehiduoan si lelaki,  Sehingga melupakan mantan kekasihnya begitu saja, kadangkala begitu mustahil. 

Disinilah gejolak lelaki itu muncul, karena walau bagaimanapun ego/hatinya masih sedikit mencintai kekasihnya namun logika/pikirannya tak menghendaki. Ia dihadapkan pada dua pilihan, antara mendengarkan ego/hatinya, atau mendengarkan logika/pikirannya.

Gejolak lelaki itupun menghasilkan satu kesimpulan bahwa, ia lebih memilih logika ketimbang ego/hatinya.  Mengapa? Karena jika lelaki itu memilih ego/hatinya, maka dirinya akan siap-siap menerima jika suatu saat ia akan disakiti lagi oleh mantan kekasihnya, karena masalalu mereka memang adanya hanya sakit.

Oleh sebab itulah lelaki itu memilih logika karena logikanya, mengatakan bahwa cinta itu harusnya tak menyakiti. Jadi cerita antara dirinya dan kekasihnya selama ini, sebenarnya bukan cinta. Maka, lelaki itu pun mantap untuk pergi menjauh, jauh dan jauh.

Cinta Itu Bukan Hanya tentang Hati, tapi Juga Logika 

Dewasa ini dimana jaman semakin gaje dan alay, banyak manusia malas menggunakan logika/pemikirannya, sehingga mereka tenggelam dalam masalah. Padahal banyak masalah yang bisa diselesaikan bila manusia menggunakan logikanya. Termasuk masalah-masalah cinta.

Lucunya, karena cinta sering dikaitkan dengan hati dan perasaan, banyak yang mengesampingkan logika dan mengikuti perasaannya dengan membabi buta. Maka muncullah ungkapan 'ikutilah kata hati saat mencintai seseorang'.

Namun faktanya, orang yang hanya mengikuti ego/hati dalam mencintai, pastilah cintanya akan buta. Disakiti sebanyak apapun, tak dihargai sebanyak apapun, akan tetap mencintai. Namun alangkah naifnya jika hidup kita berjalan seperti itu? Seolah-olah kita pasrah untuk selalu menjadi korban.

Nah, fungsi lagu Lara milik Dialog senja ini, berusaha menasihati kita bahwa cinta itu bukan tentang hati, tapi juga tentang logika. Jadi gunakan-lah logika dalam mencintai seseorang, karena logika mampu menilai mana yang benar mana yang salah. 

Misalnya kalau kita mencintai seseorang namun selalu saja disakiti, mulailah berfikir dengan logika bahwa keadaan seperti itu tak bisa disebut dengan cinta, karena logikanya cinta itu tak akan menyakiti. Jangan malah terus mengikuti kata hati dengan mengatakan bahwa bertahan dengan luka dan rasa sakit, merupakan suatu pengorbanan cinta yang murni, waah gombal-gombal yang klise.

Ingatlah bahwa cinta di kehidupan nyata itu, bukanlah cinta yang ter-gambar pada Drama Korea, dimana orang yang terus-terusan berkorban akan mendapatkan romansa diakhir cerita. Lebih dari itu, cinta dikehidupan nyata itu keras, kita berkorban sekarang, besok kita bisa dihianati. hehe...

Lirik Lagu Lara Milik Dialog Senja

Ketika senja datang
Ku merasa setengah diriku menghilang
Bagaikan tak berdosa
Kau hancurkan rasa yang selama ini kutanam
Saat semuanya telah pergi
Bayangmu kembali mengisi
Entah apa yang kau mau
Ku tak berhak lagi 'tuk mengungkit kembali

Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku
Merobek semua bayangan yang tampak di relung sukmaku
Ego t'lah menghasutku
'Tuk kembali padamu
Namun logika berkata
Baiknya 'ku menjauh

Jauh
Jauh
Jauh
Jauh

Ego t'lah menghasutku
'Tuk kembali padamu
Perang tak membawaku
Untuk pergi menjauh

Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku
Merobek semua bayangan yang tampak di relung sukmaku
Ego telah menghasutku 'tuk kembali padamu
Namun logika berkata baiknya ku menjauh

Jauh
Jauh
Jauh
Jauh

Informasi lirik lagu Lara

*Penulis lirik lagu Lara adalah Jamil Hasyani / R. Ruhiyat Barnasah. Lagu Lara rilis pada 8 Agustus 2018. Lagu Lara masuk ke dalam album Lara (2018). Producer: Bagas Pria Pratama. Copyright © 2017 Dialog Senja & Alam Vision. Sedangkan interpretasi makna pada lirik lagu Lara berasal dari pendapat pribadi penulis blog.

Penutup:

Kebanyakan dari kita selalu percaya bahwa setiap artis /penyanyi /penulis lagu yang baik, dapat secara efektif menyampaikan banyak makna disetiap lagunya. Sehingga walaupun hanya satu lagu, setiap orang/setiap pendengar dapat meng-interpretasi banyak makna disetiap liriknya. Interpetasi makna di lirik lagu Lara milik Dialog Senja ini, berdasarkan asumsi penulis blog semata. Jadi, pada lagu Lara milik Dialog Senja ini, terserah kalian ingin memaknainya seperti apa ya. Interpretasi maknadi lirik lagu Lara milik Dialog Senja ini, jauh dari kata sempurna mengingat lagunya yang multitafsir, jadi jika ada pemikiran lain dari lagu ini tulis komentar dibawah.

Dialog Senja - Lara (Official Music Video)

0 Response to "Makna Lirik Lagu Lara Milik Dialog Senja"

Posting Komentar