Makna Lirik Lagu Asmalibrasi Milik Soegi Bornean

 Kata Asmalibrasi maknanya adalah setara dalam asmara. Kata asmalibrasi sebenarnya merupakan singkatan kata dari asmara-terkalibrasi. Kita tahu bahwa kalibrasi, adalah sebuah alat untuk mengukur suatu kesetaraan. Jadi dalam lirik lagu ini, kata asmara terkalibrasi digunakan untuk mendefinisikan kesetaraan asmara. Setara dalam asmara itu artinya ya sama-sama saling mencinta, sama-sama saling berbagi rasa, sama-sama cocok, sama-sama menerima kekurangan dan sama-sama saling mengerti perasaan pasangan.

Bait-bait lagu Asmaliberasi sendiri, dibuat oleh Soegi Bornean untuk menasihat pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Dikatakan dalam liriknya bahwa pasangan yang memantapkan diri untuk menikah, setidaknya harus punya 'asmalibrasi / asmara yang setara' (sama-sama saling mencinta, sama-sama saling berbagi rasa, sama-sama cocok, sama-sama menerima kekurangan dan sama-sama saling mengerti perasaan pasangan.). Jadi jelas bahwa tema lagunya adalah tentang pernikahan.

Berikut merupakan pemaknaan dari bait-bait lirik lagunya. Baca sampai habis ya, kesimpulan ada diakhir tulisan;

Bait lirik 1:
Asmara telah terkalibrasi frekuensi yang sama
Saatnya 'tuk mengikat janji merangkum indahnya

Makna bait lirik 1: Awalan lagu dibuka dengan cerita tentang sepasang kekasih yang ingin melanjutkan hubungan percintaan mereka, ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu pernikahan. Dan alasan kuat kenapa mereka ingin menikah, karena mereka punya 'asmara yang setara / asmalibrasi' (sama-sama saling mencinta, sama-sama saling berbagi rasa, sama-sama cocok, sama-sama menerima kekurangan dan sama-sama saling mengerti perasaan pasangan). Tak hanya itu, kesetaraan dalam asmara yang terbangun kemudian juga menimbulkan kecocokan satu sama lain, atau se-frekuensi.

Ketika asmara kedua insan tersebut sudah sejalan, ketika frekuensi perasaan mereka pun tlah cocok, maka sudah saatnyalah mereka mengikat janji dalam indahnya mahligai pernikahan. Karena menikah itu intinya adalah menggabungkan dua pikiran jadi satu, sama-sama cinta, dan sama-sama cocok. Jika kita sudah punya itu semua, maka pernikahan kita seolah punya pondasi yang kuat. Jadi jangan sekali-kali kita memutuskan untuk menikah, jika kita tak punya kecocokan dengan pasangan. 

Bait lirik 2:
Laras rasa, nihil ragu

Makna bait lirik 2: Kata 'laras rasa' artinya 'berjalan selaras'. Kata 'nihil ragu' artinya 'tak ada keraguan'. Lewat lirik ini, Soegi Bornean ingin mengatakan pada kita bahwa pernikahan yang bahagia itu harus dilandasi oleh rasa saling percaya pada pasangan. Artinya ketika kita sudah memutuskan untuk menikah dengan seseorang, kita sudah yakin betul, tanpa kata ragu, curiga, ataupun hal lain.

Karena kalau hati kita saling diisi dengan rasa tak percaya dan curiga, hubungan kita dan pasangan akan tak nyaman karena pasti selalu diwarnai oleh pertengkaran. Namun kalau kita sudah punya rasa percaya, tanpa kata ragu, curiga, pada pasangan kita, maka kita dan pasangan pun semakin nyaman menjalankan hubungan cinta. Ketika rasa nyaman muncul, kemungkinan rasa cinta semakin berkembang pun semakin besar. Ikatan pernikahan kita pun semakin kuat dan membahagiakan.

Bait lirik 3:
Biar, biarlah merayu di ruang biru

Makna bait lirik 3: kata 'ruang biru' artinya rasa damai (warna biru identik dengan warna langit, laut, gunung, yang merupakan lambang rasa damai). Lewat lirik ini, Soegi Bornean ingin menerangkan bahwa dalam pernikahan, penting bagi kita untuk saling merayu. Sikap merayu walaupun sepele, kadangkala bisa menimbulkan keromantisan. Sehingga hubungan pernikahan kita akan terus-terusan damai atau biru.

Bait lirik 4:
Bias kita jadi taksu gairah kalbu mendayu

Makna bait lirik 4: Kata 'bias' artinya adalah 'kesalah pahaman atau salah pengertian'. Kata 'taksu' artinya adalah 'kekuatan yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat, dan sebagainya'. Lewat kedua kata ini, Soegi Bornean ingin mengatakan pada kita bahwa pernikahan itu pasti dibumbui oleh bias / kesalah pahaman, namun kita harus menjadikan kesalahpahaman itu menjadi pelajaran yang mencerdaskan kita. Intinya dalam penikahan kita harus punya sikap belajar dari kesalahan.

Bait lirik 5:
Sabda diramu

Makna bait lirik 5: Kata 'sabda' artinya adalah 'nasihat'. Kata 'dira' artianya adalah 'petunjuk'. Lewat kedua kata ini, Soegi Bornean ingin mengatakan pada kita bahwa dalam pernikahan itu kita dan pasangan haruslah saling menasihati dan saling mengingatkan. Nasihat yang baik adalah penunjuk hidup kita, karena lewat nasihat baik kita akan selalu diingtkan untuk tak berbuat hal jahat/negatif.

Bait lirik 6:
Jadikan hanya aku satu-satunya

Makna bait lirik 6: Ketika memutuskan untuk menikah, sejatinya kita sudah harus mengunci pintu hati rapat-rapat untuk orang lain, dengan kata setia.  Kesetiaan adalah salah satu pondasi dari hubungan asmara yang sehat, penuh cinta, dan tahan lama. Ketika pasangan kita setia, kita akan merasa dihargai dan dihormati sebagai sosok sangat penting untuk pasangan kita. Sebaliknya, hubungan tanpa komitmen dan kesetiaan dapat berpengaruh pada kepercayaan masing-masing pihak. Oleh sebab itu, menjaga hubungan dengan pondasi kesetiaan sangat penting guna menciptakan hubungan yang harmonis.

Bait lirik 7:
Sang garwa pambage, sang pelipur lara

Makna bait lirik 7: Kata 'sang garwa pambage, sang pelipur lara' artinya adalah 'jadilah seseorang yang dapat menghapus kesedihan hingga akhir hayat'. Lewat lirik ini Soegi Bornean ingin mengatakan pada kita bahwa ketika kita sudah siap menikah, maka kita juga harus siap jadi tameng pasangan kita dan menjadi pelindung pasangan kita dari hal yang mengancam. Tameng ini, salah satu contohnya adalah melindungi pasangan kita dari kesedihan.

Bait lirik 8:
Melebur 'tuk satukan ego dalam indahnya

Makna bait 8: Setelah menikah, dua orang akan menyatukan dua hati dan jiwa. Menyatukan dua orang tentunya tidak mudah, terutama soal ego masing-masing. Ketika ego muncul di antara pasangan, maka kehidupan pernikahan pun dipertaruhkan.Masalah ego antara suami dan istri biasanya muncul karena takut kehilangan kendali atas pasangan atau karena takut kehilangan pasangan. Orang-orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah ego dan akhirnya mengarah pada perpisahan atau perceraian. Oleh sebab itu, lirik ini mengingatkan pada kita untuk tak memelihara ego kita dalam mahligai pernikahan.

Bait lirik 9:
Berdansa dalam bahtera mahligai rasa

Makna bait lirik 9: kata 'bahtera' artinya adalah 'kapal atau wadah'. Lewat kata ini Soegi Bornean ingin mengatakan bahwa pernikahan adalah wadah/bahtera yang membuat kita menjadi bahagia. Bahagia dalam pernikahan bukanlah perihal tentang kecukupan, apalagi kecukupan materi. Kebahagiaan dalam pernikahan itu ketika kita masih merasa tentram dan masih merasa bersyukur, walau dihadapkan dalam masalah yang pelik. 

Bait lirik 10:
Merajut ketulusan jiwa

Makna bait lirik 10: Pernikahannya harus dijalani dengan hati tulus, jangan karena unsur keterpaksaan. karean, pernikahan adalah momen sakral sekali seumur hidup. Jika pernikahannya didasari niat baik dan karena telah menemukan belahan jiwa yang tepat, otomatis keharmonisan dan komitmen pernikahan akan dijunjung tinggi bagi kedua belah pihak. Sikap tulus, perbuatan tulus, ucapan yang tulus, juga adalah bentuk dari cinta yang paling murni.

Bait lirik 11:
Mengukir ruang renjana selamanya

Makna bait lirik 11: Kata 'ruang renjana' artinya 'ruang cinta'. Lewat kata ini Soegi Bornean ingin mengatakan pada kita kalau pernikahan itu adalah rung untuk kita menciptakan cinta kasih pada pasangan, tanpa henti atau berjalan selamanya. Karena Karena hanya dalam pernikahan, kita dapat berikrar sehidup semati, menjalani hari-hari bersama pasangan hingga tua nanti, hingga ajal menjemput, sampai surga mempertemukan kita dengan pasangan kita kembali, dan menjadikan cinta kita kekal abadi. Maka ketika kita benar-benar mencintai seseorang, nikahi dia dan berusahalah mengukir cinta abadi dengan dirinya.

Kesimpulan:

Setelah kita interpretasikan dan maknai keseluruhan bait-bait liriknya, dapat kita simpulkan bahwa makna lagu Asmaliberasi, berisi tentang petuah-petuah baik bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Dikatakan dalam liriknya bahwa pasangan yang memantapkan diri untuk menikah, setidaknya harus punya 'asmalibrasi / asmara yang setara' (sama-sama saling mencinta, sama-sama saling berbagi rasa, sama-sama cocok, sama-sama menerima kekurangan dan sama-sama saling mengerti perasaan pasangan.). 

Selain itu, Soegi Bornean lewat lirik-lirik lagu ini juga ingin menggambarkan bahwa pernikahan itu adalah sesuatu yang kompleks, yang harus kita pikirkan secara serius. Karena dalam menikah kita harus siap dalam segalanya, seperti saling cocok, mengesampingan rasa curiga pada pasangan, selalu romantis, punya sikap belajar dari kesalahan, harus saling menasihati, setia, menjadi pelindung pasangan, mengesampingkan rasa ego, selalu bahagia didalam keadaan sulit, selalu tulus pada pasangan, dan berjanji untuk sehidup semati pada pasangan.

Dari semua lirik yang kita baca diatas tadi, Soegi Bornean ingin menggambarkan pada kita bahwa menikahlah ketika kita sudah benar-benar siap dan yakin kalau orang yang kita nikahi adalah orang yang tepat. Karena menikah adalah hal yang sakral dan kalau bisa hanya dijalani seumur hidup. Jadi harus pulalah difikirkan dengan matang. Perlu digaris bahawahi bahwa menikah bukanlah trend, bukan ajang persaingan, bukan suka sesaat, bukan tentang keinginan sesaat dan bukan ajang main-mainan.

Menikah bukan perkara mudah bukan?, dan juga bukan untuk mainan. Banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan si dia. 

Lirik

Asmara telah terkalibrasi frekuensi yang sama
Saatnya tuk mengikat janji merangkum indahnya
Laras rasa nihil ragu
Biar biarlah merayu di ruang biru
Bias kita jadi taksu gairah kalbu mendayu
Sabda diramu
Jadikan hanya aku satu-satunya
Sang garwa pambage sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setia
Jadikan hanya aku satu-satunya
Sang garwa pambage sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setia
Kini saatnya merangkai binar asmara
Melebur tuk satukan ego dalam indahnya
Berdansa dalam bahtera mahligai rasa
Merajut ketulusan jiwa
Mengabdi dalam indahnya kalbu
Mengukir ruang renjana selamanya
Jadikan hanya aku satu-satunya
Sang garwa pambage sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setia
Jadikan hanya aku satu-satunya
Sang garwa pambage sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setia
Asmara telah terkalibrasi
Jadikanku kidung setia

Informasi Lirik Lagu Asmalibrasi

*Penulis lirik lagu Asmalibrasi adalah Dimec Tirta, Erick, Soegi Bornean. Lagu Asmalibrasi rilis pada tanggal 26 Juli 2019. Lagu Asmalibrasi masuk ke dalam album ATMA (2019). Executive Producer : Erick, Soegi Bornean. Arangger : Soegi Bornean. Composer : Dimec Tirta. Mixing by : Erwin Hadinata at GME Studio. Director : Nino Barkah Indarto. Producer : Soegi Bornean . DOP & Editor : Nino Barkah Indarto. Choreography : Aristya Kuver. Cast : Soegi Bornean . Stylist & Fashion by : Tlatah Heritage . Creative : Dik Fendi. LISENSI Believe Music (atas nama Irama Records), dan 1 Lembaga Manajemen Kolektif. Sedangkan interpretasi terjemahan arti pada lirik lagu Asmalibrasi berasal dari pendapat pribadi penulis blog.

Penutup:

Kebanyakan dari kita selalu percaya bahwa setiap artis /penyanyi /penulis lagu yang baik, dapat secara efektif menyampaikan banyak makna disetiap lagunya. Sehingga walaupun hanya satu lagu, setiap orang/setiap pendengar dapat meng-interpretasi banyak makna disetiap liriknya. Interpetasi makna di lirik lagu Asmalibrasi milik Soegi Bornean ini, berdasarkan asumsi penulis blog semata. Jadi, pada lagu Asmalibrasi milik Soegi Bornean ini, terserah kalian ingin memaknai lirik nya seperti apa ya. Interpretasi maknadi lirik lagu Asmalibrasi milik Soegi Bornean ini, jauh dari kata sempurna mengingat lagunya yang multitafsir, jadi jika ada pemikiran lain dari lagu ini tulis komentar dibawah.

Asmalibrasi Milik Soegi Bornean (Official Music Video)

0 Response to "Makna Lirik Lagu Asmalibrasi Milik Soegi Bornean"

Posting Komentar