Makna Lirik Lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira

 Makna lagu Sampai Jadi Debu menceritakan tentang cinta abadi dari dua insan yang saling mencintai. Sebuah cinta yang akan bertahan selama-lamanya, sekalipun raga mereka berubah menjadi debu.

Ananda Badudu (personel Banda Neira), mengatajan bahwa lirik lagu Sampai Jadi Debu, sebenarnya terinspirasi dari kisah romantis antara kakek dan neneknya. Kakek neneknya tersebut meninggal tahun 2016, selang beberapa hari setelah Ananda badudu merekam lagu ini.

Lewat keromantisan yang ditunjukan kakek dan neneknya, Ananda Badudu pun yakin bahwa cinta abadi itu ada. Dan salah satu usaha untuk mewujudkan cinta abadi tersebut adalah dengan jalinan pernikahan. Karena lewat pernikahan kita bisa berikrar sehidup semati, menjalani hari-hari dengan pasangan hingga tua nanti, hingga akhirnya sama-sama jadi debu karena dipisahkan oleh maut, namun tetap bisa bertemu kembali disurga nanti. Dan disurgalah cinta kita kan kekal abadi. 

Jadi jelaslah bahwa kata 'Sampai Jadi Debu' merupakan kata yang ditunjukan untuk melabeli kekuatan cinta yang abadi. Karena sekalipun raga kita berubah jadi debu, sekalipun maut memisahkan, jika kita mencintai pasangan kita, kita selalu dapat bertemu kembali dengan pasangat kita, disurga nantinya.

Ingin tahu lebih dalam tentang makna lagu Sampai Jadi Debu? Mari, kita interpretasi dan maknai saja keseluruhan bait-bait liriknya. Baca sampai habis ya, kesimpulan ada diakhir tulisan.

Makna bait lirik 1:
Badai tuan telah berlalu, salah kah kumenuntut mesra
Tiap pagi menjelang, kau disampingku
Kuaman ada bersamamu

Lirik lagu Sampai Jadi Debu milik Banda Neira, sebenarnya terinspirasi dari kisah cinta antara kakek dan nenek Ananda Badudu (sang pencipta lagu). Jadi jelas, bahwa lirik-lirik yang tersuguh dalam lagu ini merupakan dialog antara kakeknya dan neneknya.

Lagu dibuka dengan kata-kata sang nenek yang berusaha mengungkapkan bahwa dirinya dan sang kakek telah melalui banyak ujian, banyak rintangan, banyak cobaan dan banyak badai dalam mempertahankan rumah tangganya, waktu mereka muda dulu. Sehingga cinta mereka seolah bertahan sampai mereka tua kini. 

Yang namanya sudah jadi kakek dan nenek, maka tak perlu ada yang diperjuangkan lagi. Sehingga sang nenek meminta pada sang kakek untuk bermesra-mesraan saja, untuk menikmati hari-hari tua mereka.
Lewat lirik ini, sang nenek juga bersyukur bahwa dari awal dirinya mengenal cinta dan menikah dengan sang kakek, sang kakek senantiasa ada disampingnya untuk menemani dirinya, dalam keadaan senang maupun sedih.

Makna bait lirik 2:
Badai puan telah berlalu, salahkah ku menuntut mesra
Tiap taufan menyerang kau disampingku
Kau aman ada bersamaku

Dalam lirik bagian dua ini, sang kakek pun seolah mengatakan hal yang sama seperti yang sudah diungkapkan sang nenek dilirik sebelumnya. Yang intinya bahwa mereka telah bersama-sama berjuang dari masalah, sama-sama bertahan dalam amukan taufan, sehingga mereka dapat mempertahankan rumah tangga dan cinta mereka sampai tua. Sehingga saat mereka sudah tua, maka sudah waktunya untuk bermesraan dan menikmati waktu bersama.

Sang kakek pun selalu bersyukur karena dalam keadaan apapun sang nenek selalu menemaninya, dengan setia ada disisinya untuk menyemangati. Dan sekalipun masalah silih berganti datang, sang kakek pun bangga pada dirinya sendiri karena selalu bisa melindungi sang nenek dari awal mereka menikah sampai mereka jadi tua. 

Makna bait lirik reff:
Selamanya, sampai kita tua, sampai jadi debu
Kau diliang yang satu, kudisebelahmu

Sang kakek dan sang nenek pun akan selalu bersikap seperti itu, selalu saling mencinta, selalu saling mempertahankan, dan selalu saling melindungi. Selamanya sampai ajal memisahkan mereka, sampai tubuh mereka jadi debu, dan sampai surga mempertemukan mereka, cinta mereka bahkan tak akan mati dan kan jadi abadi.

Begitulah hebatnya cinta. Ketika dua hati menjadi satu, maka takkan ada yang bisa menghalanginya. Terlebih jika janji telah di ikrarkan maka janji itu takkan bisa dipatahkan begitu saja, meski nantinya masalah datang silih berganti dan keadaan selalu mengombang-ambingkan. Jika kamu yakin bahwa dialah orangnya, jika dia yakin bahwa kau lah orangnya, maka cinta kalian bisa saja abadi, dan bertahan untuk selama-lamanya. Lagu yang begitu romantis.

Kesimpulan:

Dari pemaknaan bait bait lirik lagu Sampai Jadi Debu diatas, maka lirik lagu ini punya beberapa kesimpulan yang diantaranya sebagai berikut;

Pertama, cinta abadi itu ada. Lewat kisah romantisme antara kakek dan nenek Ananda Badudu, Banda Neira seolah mengungkapkan bahwa cinta abadi itu rupanya bukalan sebuah mitos belaka. Dalam liriknya diceritakan bahwa kita bisa mengusahakan cinta abadi, salah satunya dengan jalan pernikahan. Karena lewat pernikahan kita bisa berikrar sehidup semati, menjalani hari-hari dengan pasangan hingga tua nanti, hingga akhirnya sama-sama jadi debu karena dipisahkan oleh maut, namun tetap bisa bertemu kembali disurga nanti. Dan disurgalah cinta kita kan kekal abadi. 

Kedua, kebersamaan adalah kunci cinta yang abadi. Banda Neira lewat lagu ini juga ingin mengatakan bahwa faktor kebersamaan adalah faktor terkuat kenapa tiap-tiap insan yang menjalin hubungan bisa selalu bertahan sampai cinta mereka jadi tua. Baayangkan ketika kita menemukan pasangan yang penuh persamaan,sama-sama saling mencinta, sama-sama saling berbagi rasa, sama-sama cocok, sama-sama menerima kekurangan dan sama-sama saling mengerti perasaan pasangan. Maka hubungan kita pasti akan langgeng hingga selama-lamanya.

Oke mungkin itu saja pemaknaan dari lirik lagu Sampai Jadi Debu milik Banda Neira. Lagu ini seolah membawa kita kedalam romantisme cinta yang tiada habisnya, sebuah romantisme yang banyak orang damba-dambakan. Maka akan sangat cocok jika lagu ini dinyanyikan kedalam acara pernikahan, sebagai lambang keabadian cinta. Ohh.. siapa sih yang tak mau mempunyai kisah cinta seperti kakek dan neneknya Andanda Baidudu? Semua orang pasti ingin seperti itu, mempertahankan cinta bersama-sama hingga hari-hari tua bersama orang yang paling ita cinta.

Lirik Lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersamamu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Informasi lirik lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira

*Penulis lirik lagu Sampai Jadi Debu adalah Ananda Badudu. Lagu Sampai Jadi Debu rilis pada tahun 2016. Lagu Sampai Jadi Debu masuk ke dalam album Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti (2016). Sedangkan interpretasi makna pada lirik lagu Sampai Jadi Debu berasal dari pendapat pribadi penulis blog.

Penutup:

Kebanyakan dari kita selalu percaya bahwa setiap artis /penyanyi /penulis lagu yang baik, dapat secara efektif menyampaikan banyak makna disetiap lagunya. Sehingga walaupun hanya satu lagu, setiap orang/setiap pendengar dapat meng-interpretasi banyak makna disetiap liriknya. Interpetasi makna di lirik lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira ini, berdasarkan asumsi penulis blog semata. Jadi, pada lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira ini, terserah kalian ingin memaknainya seperti apa ya. Interpretasi makna di lirik lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira ini, jauh dari kata sempurna mengingat lagunya yang multitafsir, jadi jika ada pemikiran lain dari lagu ini tulis komentar dibawah.

Banda Neira ~ Sampai Jadi Debu (Official Music Video)

1 Response to "Makna Lirik Lagu Sampai Jadi Debu Milik Banda Neira"