Pencarian

Makna Dibalik Lagu Green Day ~ Ordinary Word: Jadilah manusia sederhana


Judul lagu ini sama dengan judul film yang disutradarai oleh Lee Kirk yang juga berjudul “Ordinary World”. Bukan suatu kebetulan memang, karena dalam film tersebut, salah satu tokoh utamanya adalah Billie Joe Armstrong (vokalis Green Day).  Sebuah film bergenre comedy yang memfokuskan cerita pada seorang mantan bintang punk rock, Perry (diperankan oleh Billie Joe Armstrong). Masa muda Perry dihabiskan tak jauh-jauh dari konser ke seluruh dunia dengan dikelilingi dan dipuja oleh para fansnya. Kesuksesan yang seakan membuat Perry lupa diri. Sebuah tamparan keras untuk Perri ketika bandnya mulai mengalami penurunan karir dan namanya semakin redup. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk vakum dari dunia musik.

Sepuluh tahun sejak vakum dari dunia musik, Perry (Billie Joe Armstrong) belum juga bisa menerima bahwa dirinya sudah tak terkenal lagi. Ia pun bersusah payah menyesuaikan diri dengan kehidupan normal, bersama istri dan anak yang ia cintai. Perry yang bekerja di toko peralatan berat milik keluarga itu pun merasakan pukulan demi pukulan atas kerasnya hidup,

Harapan pery untuk keluar dari keterpurukan pun terwujud, ketika manajer lamanya memberi kesempatan untuk menghidupkan kembali karier Perry. Dengan syarat dia akan kehilangan kehidupanya saat ini, Namun, maukah ia kehilangan kehidupannya saat ini? Walaupun kehidupanya tak sebaik dahulu, walaupun kehidupanya yang sekarang sulit, tapi ia merasa punya kegembiraan terutama saat merasakan kebersamaan dalam keluarganya.

Lagu ini pun kemudian sayup-sayup terdengar sebagai penghias jalanya cerita film. Lagu ini seolah mengomentari cerita dalam film yang begitu rumit dan kacau. Dan pada titik itulah semua orang berpikir, kenapa tidak disederhanakan saja sih?  Bukankah sederhana itu baik? Itulah yang dimaksud sebagai "ordinary world (Dunia yang biasa)”. Oke, agar lebih jelas bagaimana isi keseluruhan lagunya, yuk lah kita interpretasi dan maknai lagunya bait demi bait.

Where can I find the city of shining light
Di mana aku bisa temukan kota yang bersinar
In an ordinary world?
Di dunia yang biasa?
How can I leave a buried treasure behind
Bagaimana bisa aku tinggalkan harta yang terkubur di belakang
In an ordinary world?
Di dunia yang biasa?
Lirik pertama penulis lagu berusaha menjelaskan tentang gemerlapnya kehidupan, lampu ada dimana-mana, layar handphone, layar komputer yang menyala, dunia yang begitu bersinar dengan ritme yang berlangsung sangat cepat, ataupun dunia tak pernah tidur dengan segala aktifitas. Bukankah hidup yang seperti itu sangatlah rumit? Kadang kita akan menemui titik lelah terhadap semua itu dan mengingginkan dunia yang lebih sederhana.
Dunia itu rumit digambarkan pada lirik selanjutnya, khusunya pada tingkat konsumerisme yang yang tinggi, gaya hidup berlebihan, selalu mementingkan harta dan materi, kadang kala membuat kita stres. Ada baiknya kita meninggalkan semua itu ke arah yang lebih sederhana. Asalkan bahagia kenapa tidak

The days into years roll by
Hari ke hari tahun berlalu
It's where that I live until I die
Di tempat ini aku habiskan seluruh hidupku
Ordinary world
Dunia yang biasa
Lirik ini menggambarkan dengan jelas bahwa di sinilah kita hidup dengan kesederhanaan. hidup dengan apa adanya dan tidak mengada-ada. Dalam artian seseorang yang hidup sederhana itu menerima setiap keadaan dan menerima apapun yang dimiliki tanpa menggerutu. merupakan salah satu gaya hidup yang bisa diterapkan untuk mencapai kesuksesan hidup,terutama ketenangan jiwa dan pikiran

What would you wish if you saw a shooting star
Apa yang kau pinta bila melihat bintang jatuh
In an ordinary world?
Di dunia yang biasa?
I'd walk to the end of the earth and afar
Aku sudah berjalan hingga ujung bumi nanjauh
In an ordinary world
Di dunia yang biasa
Ya, karna hidup itu simple, ada bintang jatu maka berharaplah. Ungkapan tersebut juga menginterpretasikan bahwa dalam kehidupan yang sederhana, orang tidak menerima begitu saja nasibnya, mereka juga berusaha dan tak berhenti sampai disitu saja. lirik “I'd walk to the end of the earth and afar” menjelaskan lebih lanjut tentang usaha-usaha mereka selanjutnya, mereka berfikir, mengembangkan diri, hingga ujung bumi nan jauh. Sampai akhirnya ia menemukan makna dari kata “kesederhanaan” dimana ketenangan hati dan pikiran yang tenang adalah kunci utama agar hidup kita bahagia.

Baby, I don't have much
Kasih, aku tak punya banyak
But what we have is more than enough
Tapi apa yang kita miliki sudah lebih dari cukup
Ordinary world
Dunia yang biasa
Lirik ini adalah klimaks dari keseluruhan lagu, sebuah lirik yang sangat menyentuh, di lirik ini penulis lagu seolah membayangkan jika ditanya seseorang (terutama orang yang kita sayangi) tentang “kamu itu punya apa? Kamu itu bisa apa?” Maka jawabanya adalah “kasih aku tak punya banyak, tapi apa yang yang kita miliki sudah lebih dari cukup, inilah aku yang apa adanya, yang bersukur akan hidup, yang menikmati fase dalam hidup. Apakah kamu tak senang hidup damai dan bahagia seperti itu

Kesimpulan:
Setelah kita interpretasi dan maknai keseluruhan lirik lagunya, dapat kita simpulkan bahwa lagu ini menerangkan tentang bagaimana kita menjalani hidup diatara gemerlapnya dunia dan semua masalah yang ada didalamnya. Semua hal tersebut membuat hidup kita semakin rumitnya. Pada titik tersenut lah kadang kita menginginkan sesuatu yang “sederhana” dimana kesederhanaan kadang membuat hidup kita, hati dan pikiran kita menjadi damai dan bahagia.







*Penulis lirik lagu Ordinary world adalah Billie Joe Armstrong. Lagu ini rilis pada tahun 2016. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat pribadi penulis blog

0 Response to "Makna Dibalik Lagu Green Day ~ Ordinary Word: Jadilah manusia sederhana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel